PKM-PI Turmerizer 2025 Hadir untuk Masyarakat: Dari Bengkel ke Ladang Petani Kunyit Desa Kalipang


PKM-PI Turmerizer 2025 Hadir untuk Masyarakat: Dari Bengkel ke Ladang Petani Kunyit Desa Kalipang
Surabaya, 20 September 2025 – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Penerapan IPTEK (PKM-PI) “Turmerizer” dari Program Studi Teknik Desain dan Manufaktur dan Teknik Kelistrikan Kapal, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), terus menunjukkan komitmen dalam menyelesaikan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin perajang dan pengering kunyit berbasis rotary dryer. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas petani lokal dan mendorong kemandirian ekonomi Desa Kalipang, Kabupaten Kediri.

Sejak Juli 2025, tim memulai perjalanan melalui kick-off internal bersama dosen pembimbing yang dilanjutkan dengan diskusi perencanaan program. Identitas tim diperkenalkan melalui konten media sosial bertajuk coming soon, disertai dengan kegiatan survey tempat pembuatan mesin dan identifikasi kebutuhan alat dan bahan.

Tahap awal berjalan paralel dengan pembuatan berbagai konten edukasi, seperti pengenalan PKM, penerapan IPTEK pada mesin, serta potensi komoditas kunyit. Tim juga menyiapkan desain part list finalisasi mesin sebelum memulai pengerjaan.

Pada tahap produksi, tim melaksanakan pembelian material profil untuk kerangka dan memulai pembuatan kerangka mesin secara bertahap (Part 1–6). Proses ini mencakup pemotongan plat rotary dryer dengan plasma cutting, perollingan plat dan pipa, hingga perakitan rotary dryer tahap demi tahap.

Selanjutnya, pengerjaan berlanjut pada pembuatan hopper perajang kunyit melalui proses pembubutan poros, pemotongan plat manual, hingga tahap assembly. Sistem transmisi diuji, sementara sirip rotary dryer, blower keong, rail, serta kompor pemanas dipasang untuk memastikan kinerja mesin berjalan optimal.

Di sisi lain, tim juga aktif mendokumentasikan progres melalui konten panen kunyit di mitra, proses rajang manual, hingga pengeringan kunyit tradisional, untuk menunjukkan tantangan nyata yang dihadapi petani sebelum hadirnya Turmerizer.

Akhirnya, seluruh rangkaian perancangan berhasil dituntaskan dengan finalisasi mesin Turmerizer yang siap diuji coba di mitra. Mesin kemudian diserahkan dan diimplementasikan secara langsung bersama kelompok tani Makmur 2 Desa Kalipang pada 18 September 2025.

Seluruh proses perancangan dan pengerjaan dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa di berbagai fasilitas bengkel kampus, antara lain Bengkel Konstruksi Permesinan, Bengkel CNC, dan Bengkel Perkakas. Pendekatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkuat budaya inovasi yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.



Dengan hadirnya Turmerizer, diharapkan petani kunyit di Desa Kalipang tidak lagi bergantung pada proses manual yang memakan waktu lama serta rentan terhadap cuaca. Inovasi berbasis teknologi tepat guna ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperbaiki kualitas hasil panen, serta mendorong kesejahteraan petani lokal. Prodi Teknik Desain dan Manufaktur dan Teknik Kelistrikan Kapal PPNS bangga mendukung langkah kreatif mahasiswa yang berhasil mengintegrasikan ilmu, teknologi, dan kepedulian sosial dalam satu karya nyata untuk bangsa.